
Tekanan darah adalah indikator penting dalam menilai kesehatan jantung dan pembuluh darah. Mengukur tekanan darah dengan benar sangat penting untuk mendapatkan hasil yang akurat dan mendeteksi potensi masalah kesehatan seperti hipertensi atau hipotensi. Sayangnya, banyak orang yang masih melakukan kesalahan dalam proses pengukuran tekanan darah, sehingga hasilnya bisa tidak akurat.
Artikel ini akan membahas cara yang benar untuk mengukur tekanan darah, kesalahan umum yang harus dihindari, serta tips agar hasil pengukuran lebih akurat Cara Mengukur Tekanan Darah dengan Benar.
1. Memahami Tekanan Darah dan Cara Kerjanya
Tekanan darah diukur dalam satuan mmHg (milimeter merkuri) dan terdiri dari dua angka:
- Sistolik (angka atas) → Tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh.
- Diastolik (angka bawah) → Tekanan saat jantung beristirahat di antara dua denyutan.
Kategori tekanan darah menurut WHO:
- Normal: di bawah 120/80 mmHg
- Pra-hipertensi: antara 120-139/80-89 mmHg
- Hipertensi tahap 1: antara 140-159/90-99 mmHg
- Hipertensi tahap 2: di atas 160/100 mmHg
- Hipotensi: di bawah 90/60 mmHg
2. Jenis Alat Pengukur Tekanan Darah
Ada dua jenis utama alat pengukur tekanan darah:
-
Sphygmomanometer Manual (Tensimeter Air Raksa atau Aneroid)
- Memerlukan stetoskop untuk mendengar denyut nadi.
- Biasanya digunakan oleh tenaga medis.
- Akurat tetapi membutuhkan keterampilan dalam penggunaannya.
-
Tensimeter Digital
- Mudah digunakan dan memberikan hasil otomatis.
- Ada yang digunakan di pergelangan tangan atau lengan atas.
- Akurasinya bisa dipengaruhi oleh posisi tubuh atau gerakan.
3. Langkah-Langkah Mengukur Tekanan Darah dengan Benar
Untuk mendapatkan hasil yang akurat, ikuti langkah-langkah berikut:
a. Persiapan Sebelum Mengukur
- Duduk dengan rileks selama 5-10 menit sebelum pengukuran.
- Hindari kafein, alkohol, atau rokok setidaknya 30 menit sebelum pengukuran.
- Kosongkan kandung kemih karena tekanan darah bisa lebih tinggi jika kandung kemih penuh.
- Kenakan pakaian yang longgar agar manset (cuff) bisa dipasang dengan baik di lengan.
b. Posisi yang Benar
- Duduk dengan punggung tegak dan bersandar pada kursi.
- Kedua kaki menapak di lantai (jangan menyilang).
- Letakkan lengan di atas meja dengan posisi manset sejajar dengan jantung.
- Pastikan manset terpasang dengan benar di lengan atas tanpa terlalu longgar atau ketat.
c. Cara Menggunakan Tensimeter Digital
- Pasang manset di lengan atas sekitar 2 cm di atas siku.
- Tekan tombol untuk memulai pengukuran.
- Diam dan jangan bergerak atau berbicara saat alat bekerja.
- Tunggu hingga hasil muncul di layar.
- Catat hasilnya untuk pemantauan tekanan darah secara berkala.
d. Cara Menggunakan Tensimeter Manual
- Pasang manset di lengan atas dan letakkan stetoskop di lipatan siku.
- Pompa manset hingga tekanan sekitar 180-200 mmHg.
- Lepaskan udara perlahan sambil mendengarkan suara denyut nadi dengan stetoskop.
- Catat angka saat denyut pertama terdengar (sistolik) dan saat denyut menghilang (diastolik).
4. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Agar hasil pengukuran akurat, hindari kesalahan berikut:
❌ Mengukur saat dalam keadaan stres atau cemas.
✔ Usahakan dalam kondisi tenang sebelum pengukuran.
❌ Mengukur setelah makan berat atau olahraga.
✔ Tunggu sekitar 30 menit sebelum mengukur.
❌ Posisi tubuh yang salah (kaki menyilang, lengan tidak sejajar dengan jantung).
✔ Duduk dengan posisi yang benar dan lengan sejajar dengan jantung.
❌ Manset tidak terpasang dengan benar.
✔ Pastikan manset pas di lengan, tidak terlalu longgar atau ketat.
❌ Menggunakan pergelangan tangan sebagai tempat pengukuran (jika tidak perlu).
✔ Lengan atas lebih akurat dibandingkan pergelangan tangan.
5. Kapan Harus Mengukur Tekanan Darah?
- Untuk pemeriksaan rutin: Setidaknya sekali dalam sebulan jika tekanan darah normal.
- Jika memiliki hipertensi: Disarankan dua kali sehari, pagi dan malam.
- Saat merasa pusing, lelah, atau sakit kepala: Bisa jadi tanda tekanan darah naik atau turun.
6. Cara Memantau Tekanan Darah Secara Berkala
Jika Anda memiliki risiko hipertensi atau ingin menjaga kesehatan jantung, lakukan pemantauan tekanan darah dengan langkah berikut:
- Catat hasil pengukuran setiap kali mengukur.
- Gunakan jurnal atau aplikasi kesehatan untuk melihat pola tekanan darah.
- Konsultasikan dengan dokter jika tekanan darah sering tinggi atau rendah.
- Jaga pola makan sehat dan olahraga rutin untuk menjaga tekanan darah tetap normal.
Kesimpulan
Mengukur tekanan darah dengan benar adalah langkah penting untuk memantau kesehatan jantung dan mencegah hipertensi atau hipotensi.